Tuesday, August 23, 2016

Edu Tourism , Mengenal Budaya dalam Vihara

Ok , posting selanjutnya sebelum tidur adalah tempat ibadah. Loh kenapa tempat ibadah? Kan berdosa jika kita bermain-main di tempat ibadah !!

Tentu saja tidak.Tempat ibadah yang dimaksud adalah Vihara Avalokitesvara yang tepatnya ada di Banten Lama. Nah , Banten lama dahulu kala , ialah sebuah sentral dari Kesultanan Banten. Di Banten Lama sendiri bukan hanya terdapat Vihara saja, tetapi benteng Speelwijk yang merupakan tempat persembuanyian penjajah belanda, Pelabuhan Karangantu yang dahulu merupakan gerbang utama masuknya pedaganga sing ke Indonesia.Walau Banten Lama dan kemegahan cerita yang dimilikinya hanya tinggal kenangan dibalik sisa sia reruntuhannya, tetapi tidak dapat dipungkiri kenangan yang membekas selalu saja menjadi hal yang dipertimbangan dalam menentukan tujuan kemana kita akan melepaskan penat yang membucah ini.

Vihara Avalokitesvara , dibangun atas perintah Sultan  Banten saat itu karena kerukunan dalam beragama di Banten.Namun, semenjak Belanda datang dan memburu para Tionghoa di Banten Lama , Vihara sempat ditinggalkan untuk beberapa saat.
Kini , Vihara yang bersebrangan langsung dengan Benteng Speelwijk masih menjadi tempat beribadah.Bedanya , siapapun yang ingin berkunjung untuk melihat Vihara dari dekat diperbolehkan oleh penjaga Vihara.Apa sih yang bisa di dapatkan di Vihara?
Tentunya , khusus untuk umat agama lain, di Vihara hanya diperuntukkan memfoto saja.Tidak untuk berisik ataupun sampai mengganggu kekhusyukan ibadah.Namun, yang harus para Travelmania perhatikan adalah para pengemis yang memintanya dengan sedikit memaksa.Itu terlihat sangat mengganggu bagi para pengunjung lain.Sayangnya, tidak ada larangan dari pihak Vihara sehingga untuk para pengunjung harus bersabar saat berkunjung di vihara.
Keindahan arsitektur yang mencirikan etnis tionghoa , sangat kental di vihara ini.Setiap sudut yang bercerita tentang budaya tionghoa yang di desain dengan sangat indah, membuat setiap pengunjung merasa seperti sedang di Tiongkok.Walau tidak mendeklarasikan sebagai objek wisata , namun vihara ini sudah menjadi salah satu bagian dari kementrian kebudayaan provinsi banten sebagai objek bersejarah di Banten.Sehingga, tak heran jika banyak pula lah yang berkunjung ke vihara ini untuk sekedar berfoto.Dan untuk menambah wawasan mengenai agama selain yang kita anut . Selain itu , selain mendapat kenikmatan atas indahnya arsitekturnya, kita dapat menambah pengetahuan sejarah kita melalui penjelasan yang ada di dinding vihara.
Artinya , para travelmania akan merasakan kekhidmatan dan keindahan yang menyejukkan pandangan melihat arsitektur vihara.Dan tak lupa pula , tempat-tempat objek wisata disekitarnya yang jaraknya tidak terlalu jauh itu adalah point plus yang disajikan di Banten Lama ini.
Lalu , berapa sih budget yang harus dikeluarkan? . Para Travelmania pasti akan sangat terkejut  karena pada kenyatannya , tidak ada sepeserpu uang yang perlu dikeluarkan.Semuanya dapat dinikmati secara gratis.Walau memang , para Travelmania akan kesulitan untuk mengunjungi tempat tersebut dengan angkutan umum.Mengapa demikian? Karena tidak ada akses angkutan umum yang menuju ke Banten Lama.Sehingga , para Travelmania harus membawa kendaraan pribadi.Untuk jarak tempuh sendiri tidak jauh dari pusat kota.Hanya 20 menit jika tidak ada kemacetan dijalanan.

0 comments:

Post a Comment

 

Nada's Diary Template by Ipietoon Cute Blog Design