Perwatakan Tokoh Wayang Cepot sebagai Refleksi Diri
Sumber : http://wajah-indonesia-ku.blogspot.co.id/2012/03/karakter-tokoh-wayang-golek-astrajingga.html
Latar Belakang Wayang :
WAYANG memang sudah menjadi ciri khas budaya
dari Indonesia, khususnya untuk wilayah pulau Jawa termasuk Jawa Barat. Jenis
wayang yang terkenal dari pulau Jawa bagian barat ialah Wayang Golek. Bagi
masyarakat Sunda sendiri, wayang golek sudah menjadi hiburan yang merakyat,
mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Wayang golek sendiri mempunyai
banyak tokoh, tetapi yang paling terkenal dan paling diingat oleh masyarakat
ialah Si Cepot. Ia adalah sosok wayang yang penuh selera humor dan sudah
menjadi ikon dari wayang golek.
Sampai-sampai ada yang bilang, “Bukan orang
Sunda namanya jika belum mengenal Si Cepot”. Seistimewa apakah sosok Si Cepot
ini sehingga menjadi ikon dari wayang yang berasal dari Tanah Sunda? Si Cepot
atau yang dalam pewayangan mempunyai nama Astrajingga merupakan salah satu
tokoh yang terdapat dalam dunia pewayangan, khususnya dalam kesenian wayang
golek. Dia ini mempunyai wajah yang merah dengan gigi bawahhnya yang besar dan
menonjol ke atas. Warna wajahnya yang merah ditafsirkan kitab wayang sebagai
cerminan karakter yang buruk. Si Cepot ini mempunyai ciri khas suka ngabodor
(bercanda).
Cepot merupakan anak pertama dari tiga
bersaudara yang terlahir dari pasangan Semar Badranaya dan Sutiragen. Dia
mempunyai dua adik, yakni Dawala yang berhidung panjang dan Gareng yang
berhidung bulat. Nama Astrajingga sendiri berasal dari dua kata, yakni sastra
yang berati tulisan dan jingga yang berarti merah yang melambangkan kelakuan
yang buruk. Jadi Astrajingga merupakan cerminan karakter yang berkelakuan buruk
seperti nilai rapor yang memiliki nilai merah. Tapi uniknya, meskipun Si Cepot
sangat konyol dan selalu membuat jengkel, kehadirannya dalam suatu pertunjukan
wayang malah selalu dinantikan. Karena kelucuan Si Cepot berdasarkan pada
norma-norma, nilai-nilai, dan sikap hidup, sehingga kelucuannya mampu diterima
oleh semua kalangan.
Humornya juga sering menyentuh kehidupan
sehari-hari. Dia merupakan tokoh yang sangat setia, kemanapun ayahnya pergi dia
selalu menemaninya. Bahkan dia sangat setia pada negaranya, kesetiaannya
ditunjukan saat bertarung mati-matian dengan buta hijau, antek kurawa demi
membela negaranya. Karena wataknya yang suka bercanda, banyak orang yang
menyukai tokoh ini dan membuat Si Cepot menjadi terkenal.
Dia ini tak pandang bulu dalam bercanda, Siapa
saja bisa menjadi bahan candaannya, mulai dari para ksatria maha sakti, raja,
sampai para dewa di langit. Tetapi dibalik humornya, Si Cepot ini selalu
memberi nasihat dan petuah, tak jarang ia juga memberi kritikan pada
pemerintah. Perilaku dan ucapannya selalu mengajarkan kita untuk bergotong
royong, setia, selau ceria, dan membela kebenaran. Oleh karena itu, dalang biasanya
menggunakan Si Cepot untuk menyampaikan pesan-pesan seperti kritik maupun
petuah dengan sindiran yang disampaikan sambil guyon, agar bisa diterima oleh
banyak orang.
Si Cepot beserta ayahnya dan kedua adiknya ini
termasuk ke dalam tokoh wayang Punakawan, yakni tokoh abdi yang bertugas
menasihati atau memberi petuah bijak bagi para Pandawa. Dalam suatu pertunjukan
wayang golek, para tokoh ini biasanya ditampilkan pada bagian tengah cerita,
ini dimaksudkan untuk membuat penonton lebih rileks dan bisa tertawa saat
cerita mulai serius dan tegang. Dalam cerita pewayangan Si Cepot ini biasanya
menemani para ksatria, terutama Arjuna dan Madukara. Dia juga bisa bertempur
seperti ksatria, senjata andalannya dalam berperang berupa Bedog (Golok).
Memang sangat unik wayang yang satu ini. Banyak
hal yang patut dicontoh darinya. Di balik pribadi Cepot yang lucu dan suka
membuat geger politik dengan tingkah laku yang nyeleneh, dia juga selalu punya
pesan moral yang begitu bagus. Cepot merupakan cerminan rakyat jelata yang
mempunyai sikap santai, setia, humoris, namun juga berani membela kebenaran.
Keunikan dan Ke-Khas-an
Wayang Cepot :
·
Wayang cepot adalah wayang Golek khas Tatar Sunda
- Wayang Cepot adalah salah satu tokoh terkenal di dalam
wayang Golek
- Wajah nya merah yang menandakan sifat yang buruk
- Giginya yang besar dan bibir yang lebar pertanda banyak
omong.
Sikap dan Sifat yang mencerminkan saya :
- Humoris
Cepot selalu diceritakan sebagai tokoh yang
humoris. Hal tersebut merupakan setengah dari bagian diri saya.Walau muka saya
terlihat seram,
begitupun cepot, tetapi saya sering membuat oranglain tertawa
karena humor atau tingkah saya yang dianggap "ada-ada saja"
- Suka nge-Banyol
Berbeda dengan humoris, sifat Cepot yang suka
ngebanyol terlihat dari celetukannya yang membuat orang tertawa.
Saya pun merasa demikian.Terkadang dalam satu forum atau acara
saat saya mengeluarkan celetukan saya selalu dianggap banyol.
Padahal saat itu niat saya sedang serius.
- Memberi Kritik dan Saran
Sama hal nya seperti cepot, tidak selamanya
sesuatu dianggap bercanda. Ada kala dimana cepot menyampaikan kritik dan saran.
Hal ini terlihat jelas apabila dalang mengakhiri sebuah pentas dan menajdikan
cepot sebagai tokoh yang menyampaikan kritik dan saran tersebut. Saya pun
demikian.Tidak seua hal yang membuat orang lain tertawa adalah sebuah candaan.
Saya tidak sungkan menyampaikan kritik selama tidak keluar dari konteks kritik
yang membangun. Terkadang saya juga dapat melihat celah diana saya harus
memberikan saran saya baik kepada individu atau kelompok. Kedua hal tersebut
harus kita lakukanb sebagai manusia agar ada niat untuk memperbaiki diri.
Sikap dan Sifat Buruk yang Mencerminkan saya :
- Tidak peduli pada siapapun baik Ksatria, Raja maupun
Para Dewa
Sebagai manusia biasa saya percaya bahwa setiap
orang memiliki kekurangan dan kelebihan nya masing-masing. Hal ini membuat saya
percaya bahwa presiden sekaligus hanya perlu dihormati sekedarnya saja. Tidak
perlu terlalu diagungkan karena bagaimana pun rakyat adalah segaanya. Salah
satu sifat buruk saya sama seperti Cepot adalah kurang bisa bermuka manis
dihadapan orang penting atau pemimpin. Hal itu membuat saya sedikit dihindari
oleh yang lain karena dianggap mengancam.
Sumber :

0 comments:
Post a Comment