Wednesday, October 12, 2016

Tahta Untuk Rakyat




Apa yang pertama kali terlintas di
benak kalian saat membaca judul dari postingan ini? Apakah artinya ada pemimpin yang akan lengser? Atau bahkan ada rakyat yang memohon untuk menjadi pemimpin? Pertanyaan para travelmania semua akan terjawab pada postingan saya malam hari ini.
Tahta untuk Rakyat adalah falsafah dari seseorang yang sangat berpengaruh bagi kemerdekaan Indonesia. Sosok kebanggan Yogyakarta dan pimpinan Kasultanan Yogyakarta kala itu. Beliau adalah Sri Sulthan Hamengku Buwono  IX. Falsafah hidupnya menjelaskan bahwa ia harus berkorban untuk rakyatnya yang sangat dicintai. Bahwa beliau harus bertanggung jawab atas rakyatnya. Memperjuangkan hak-hak rakyatnya kala penjajahan dan mengembalikannya menjadi keadaan yang lebih baik. Sri Sultan Hamengkubuwana IX adalah orang yang memiliki andil besar dalam peristiwa 1 maret di Yogyakarta. Kala itu, ibukota negara Republik Indonesia yang dipindah sementara ke Yogyakarta demi mengamankan tanah air Indonesia dari para penjajah. Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan beraninya membuat serangan 1 maret untuk meningkatkat semangat juang antara rakyat dengan TNI untuk melawan para penjajah Belanda.
Kegigihan dan keberaniannya, kini menjadi kenangan yang tidak dapat dihapus dari sejarah D.I.Y dan Indonesia tentunya. Beliau merelakan kerajaannya bergabung dengan Indonesia dengan tujuan agar bisa berbaur dengan rakyat Indonesia untuk membangun tanah air Indonesia setelah membebaskan diri dari  penjajahan.
Kini, kenangan dan kegigihan beliau diabadikan dalam sebuah museum yang terdapat di Keraton Yogyakarta. Terdapat koleksi-koleksi pribadi milik beliau, mulai dari alat makan, baju, tempat duduk, meja makan, kamera, dan beberapa lencana tanda kehormatan.
Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX ini dapat dikunjungi oleh siapapun tanpa ada nya batasan usia. Lokasinya yang berada di dalam keraton membuat sensasi yang lebih luar biasa dapat dirasakan oleh pengunjung. Pertama, pengunjung akan dimanjakan dengan pertunjukan di Bangsal Sri Menganti yang tempatnya persis di koridor saat setelah gerbang masuk. Lalu, berjalan terus hingga menemui restricted area dan berjalan menuju ke pintu yang menghubungkan dengan museum Sri Sultan Ini.

 Untuk harga tiket masuk wisatawan domestik dikenai biaya Rp.5000-, , untuk wisatawan mancanegara Rp.15.000,- , dan bagi yang membawa kamera, dikenakan biaya Rp.1000,- /per kamera 

0 comments:

Post a Comment

 

Nada's Diary Template by Ipietoon Cute Blog Design