Hallo
Travelmania semua...
Apa
kabar nya nih? Setelah beberapa kali memposting museum dan tempat-tempat yang
cocok untuk bersenang-sennag. Kali ini saya akan memposting salah satu tempat
yang sangat sakral namun membuat tentram bagi para travelmania yang berkunjung.
Ya, tempat ini adalah Masjid As-Tsauroh atau lebih dikenal dengan Masjid Agung
Kota Serang. Ats- Tsauroh sendiri bermakna masjid perjuangan.
(Sumber: http://duniamasjid.islamic-center.or.id/)
Kilas balik sejenak, Masjid Agung Kota Serang
ini semula diberi nama Masjid Pegantungan. Mulai dibangun oleh Rd. Tumenggung
Basudin Tjondronegoro (1870 – 1888 M) mantan Bupati Pandeglang dan Bupati
Serang. Beliau mewakafkan tanah yang
ditempati sekarang oleh Masjid seluas ± 2,6 Ha. Awalnya dibangun hanya Masjid
tanpa menara. Selanjutnya telah mengalami beberapa kali renovasi. Hingga
akhirnya pada tahun 1956 Bapak Ayif Usman dan K.H Sobari beserta rekan-rekan
menyempurnakan bentuk bangunan menjadi memiliki menara. Dan kini, Masjid Agung
Serang ini nampak seperti Masjid Agung Banten.
(Dokumen Pribadi: Keadaan di dalam Masjid Agung Kota Serang )
mengenai arsitektur bangunan, Cirinya sebagaimana tradisi bangunan di Pulau
Jawa, yakni bentuk atap limas tumpang tiga dan bentuk ruang dengan konsep
pendopo terbuka, khas rumah joglo. Konsep terbuka ini membuat masjid berkesan
ramah dan bersahaja.
Konsep
limasan tumpang tiga secara filosofis mengandung arti iman, Islam, dan ihsan.
Di bagian atas terdapat memolo berupa keramik tanah liat terakota berbentuk
angsa.
Keindahan
ruang dibentuk oleh tiang penyangga yang membentuk kolom-kolom. Terdapat enam
belas tiang, empat di antaranya merupakan tiang utama penyangga limasan
tertinggi. Dalam tradisi Jawa, keempat tiang tersebut merupakan soko guru. Di
seluruh pangkal tiang terdapat bentuk labu yang merupakan simbol kesuburan
daerah Banten.
Yang
membedakan tiang soko guru dengan tiang lain adalah sabuk dari tembaga. Sabuk
di tiang depan kiri bertuliskan “Doa merupakan
tali ibadah”, sementara di tiang depan kanan bertuliskan “Sabar merupakan bagian dari iman”. Di
sabuk tiang belakang kiri terukir “Kebersihan
merupakan bagian dari iman” dan di tiang belakang kanan tertoreh kalimat “Shalat merupakan bahagian dari iman”.
Keseluruhan tulisan adalah arti huruf Arab yang digunakan.
(Saya dan Teman-Teman saya selepas Sholat Dzuhur di Masjid Agung Kota Serang)
Hampir
lupa, Masjid Agung Serang ini terletak di Jl. Veteran No. 43 Serang. Bagi para
Travelmania yang ingin sekedar berkunjung atau berniat beribadah dan merasakan
kekhusyukan di Masjid ini, kalian dapat menggunakan kendaraan umum seperti
Angkutan Perkotaan atau Angkot. Dari Terminal Pakupatan, kalian dapat mencari
Angkot tujuan Alun-Alun atau tujuan Royal, maka hanya dengan sekali naik,
kalian akan langsung diantarkan hingga depan gerbang Masjid Agung Serang
ini.Untuk tarif angkot per orangnya adalah Rp.5000.-
Namun,
para Travelmania semua harus belajar bersabar jika menggunakan angkutan umum di
Kota Serang, karena supir angkot yang sangat demokratis ^^
Nah, jika para Travelmania terkejut dengan
tarif angkot yang terbilang cukup mahal, maka alternatif lainnya adalah menggunakan
kendaraan pribadi, so Have a nice vacation .
Sumber Artikel : * Wawancara via telepon dengan Bapak Ali, salah satu pengurus Masjid Agung Serang
* http://kotaserang.com/2013/09/profil-masjid-agung-as-tsaurah-serang-banten.html


