Wednesday, November 2, 2016

"Ast-Tsauroh" Tempat Ampunan yang Kokoh

Hallo Travelmania semua...
Apa kabar nya nih? Setelah beberapa kali memposting museum dan tempat-tempat yang cocok untuk bersenang-sennag. Kali ini saya akan memposting salah satu tempat yang sangat sakral namun membuat tentram bagi para travelmania yang berkunjung. Ya, tempat ini adalah Masjid As-Tsauroh atau lebih dikenal dengan Masjid Agung Kota Serang. Ats- Tsauroh sendiri bermakna masjid perjuangan.

  (Sumber: http://duniamasjid.islamic-center.or.id/)

Kilas balik sejenak, Masjid Agung Kota Serang ini semula diberi nama Masjid Pegantungan. Mulai dibangun oleh Rd. Tumenggung Basudin Tjondronegoro (1870 – 1888 M) mantan Bupati Pandeglang dan Bupati Serang.  Beliau mewakafkan tanah yang ditempati sekarang oleh Masjid seluas ± 2,6 Ha. Awalnya dibangun hanya Masjid tanpa menara. Selanjutnya telah mengalami beberapa kali renovasi. Hingga akhirnya pada tahun 1956 Bapak Ayif Usman dan K.H Sobari beserta rekan-rekan menyempurnakan bentuk bangunan menjadi memiliki menara. Dan kini, Masjid Agung Serang ini nampak seperti Masjid Agung Banten.



(Dokumen Pribadi: Keadaan di dalam Masjid Agung Kota Serang )

mengenai arsitektur bangunan, Cirinya sebagaimana tradisi bangunan di Pulau Jawa, yakni bentuk atap limas tumpang tiga dan bentuk ruang dengan konsep pendopo terbuka, khas rumah joglo. Konsep terbuka ini membuat masjid berkesan ramah dan bersahaja.
Konsep limasan tumpang tiga secara filosofis mengandung arti iman, Islam, dan ihsan. Di bagian atas terdapat memolo berupa keramik tanah liat terakota berbentuk angsa.
Keindahan ruang dibentuk oleh tiang penyangga yang membentuk kolom-kolom. Terdapat enam belas tiang, empat di antaranya merupakan tiang utama penyangga limasan tertinggi. Dalam tradisi Jawa, keempat tiang tersebut merupakan soko guru. Di seluruh pangkal tiang terdapat bentuk labu yang merupakan simbol kesuburan daerah Banten.
Yang membedakan tiang soko guru dengan tiang lain adalah sabuk dari tembaga. Sabuk di tiang depan kiri bertuliskan “Doa merupakan tali ibadah”, sementara di tiang depan kanan bertuliskan “Sabar merupakan bagian dari iman”. Di sabuk tiang belakang kiri terukir “Kebersihan merupakan bagian dari iman” dan di tiang belakang kanan tertoreh kalimat “Shalat merupakan bahagian dari iman”. Keseluruhan tulisan adalah arti huruf Arab yang digunakan.



(Saya dan Teman-Teman saya selepas Sholat Dzuhur di Masjid Agung Kota Serang)

Hampir lupa, Masjid Agung Serang ini terletak di Jl. Veteran No. 43 Serang. Bagi para Travelmania yang ingin sekedar berkunjung atau berniat beribadah dan merasakan kekhusyukan di Masjid ini, kalian dapat menggunakan kendaraan umum seperti Angkutan Perkotaan atau Angkot. Dari Terminal Pakupatan, kalian dapat mencari Angkot tujuan Alun-Alun atau tujuan Royal, maka hanya dengan sekali naik, kalian akan langsung diantarkan hingga depan gerbang Masjid Agung Serang ini.Untuk tarif angkot per orangnya adalah Rp.5000.-
Namun, para Travelmania semua harus belajar bersabar jika menggunakan angkutan umum di Kota Serang, karena supir angkot yang sangat demokratis ^^
 Nah, jika para Travelmania terkejut dengan tarif angkot yang terbilang cukup mahal, maka alternatif lainnya adalah menggunakan kendaraan pribadi, so Have a nice vacation .






Sumber Artikel  : * Wawancara via telepon dengan Bapak Ali, salah satu pengurus Masjid Agung Serang
                    * http://kotaserang.com/2013/09/profil-masjid-agung-as-tsaurah-serang-banten.html











 

Nada's Diary Template by Ipietoon Cute Blog Design