Sunday, February 18, 2018

MANAJEMEN DESA WISATA ( Rural Tourism and Recreation)


Resume Mata Kuliah Manajemen Desa Wisata
Rural Tourism and Recreation
            Rural torism adalah segala bentuk dari wisata yang menunjukan lokasi pedalaman yang memberi keuntungan bagi ekonomi lokal dan sosial sebagaimana membisakan interaksi antara touris (wisatawan luar dan dalam negeri) dan penduduk lokal, contoh : berkunjung ke desa.
            Strategi pengembangan pariwisata pedesaan harus mempunyai dan membuat kebijakan tentang wisata berkelanjutan dalam berbagai aspek seperti lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya.
Banyak aktivitas yang bisa dilakukan wisatawan untuk rural tourism :
Range of tourism and recreation activities in the countryside (adapted from Thibal, 1988; Lane, 1994b: 16)
Tur :
·         Berjalan kaki ( jalan setapak, jalur kebugaran, taman alam)
·         Berkuda : menunggangi kuda
·         Touring in egyp caravans, wagons motorized touring (trail riding, all- terrain vehicles motoring )
·         Tur kota kecil atau desa kecil
·         “Advanture” holidays/liburan padang gurun
·         Bersepeda : mengendarai sepeda
·         Menunggang keledai
·         Cross-country
Aktivitas terkait bermain air :
·         Penangkapan ikan
·         Renang
·         Wisata sungai/ kanal ( rumah perahu, spa, dan resor kesehatan kapal) : menelusuri sungai dengan perahu
·         Berkano : mengendarai kano
·         Selancar angin : melakukan selancar angin di pantai yang memiliki ombak yang besar
·         Balap speedboat
·         Pelayaran
·         Facilities of the ‘aqualand’ type
Kegiatan udara :
·         Light aircraft (pesawat ringan )
·         Hang-gliding and micro-light aircraft ( pesawat layang)
·         Hot air balloons ( balon udara panas)
Kegiatan Olah Raga :
Membutuhkan peraturan alam :
·         Potholing
·         Panjat tebing
·         Orienteering
Membutuhkan pengaturan yang dimodifikasi / dibangun:
·         Tenis
·         Golf
·         Intensitas rendah ski lereng
·         Berburu
·         Wagons motorized touring
Kegiatan Budaya :
·         Arkeologi
·         Situs restorasi
·         Studi warisan pedesaan
·         Perusahaan industri, pertanian atau kerajinan lokal
·         Museum
·         Kursus kerajinan
·         Bengkel artistik
·         Kelompok rakyat
·         Rute budaya, gastronomi dan lainnya
Kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan :
·         Pelatihan kebugaran
·         Kursus penyerangan
·         Spa dan resor kesehatan
Passive’ activities :
·         Liburan relaksasi di lingkungan pedesaan.
·         Studi alam di setting outdoor, termasuk birdwatching, photography
 ‘Hallmark’ events:
·         Festival olahraga pedesaan
·         Acara pertanian
   Hubungan bisnis :
·         Konvensi / konferensi berskala kecil
·         Incentive tourism short-breaks
Jadi berbagai aktivitas yang ada di atas bisa dijadikan pilihan atraksi untuk mendukung rural tourism agar lebih memiliki banyak varian atraksi. Hal ini dapat meningkatkan pengunjung yang mengakibatkan peningkatan dalam sektor perekonomian desa.
Sumber : Rural Tourism and Recreation: Principles to Practice by Lesley Roberts (Editor), L. RobertsDerek Hall

Thursday, February 15, 2018

Analisis Penerapan CBT di Desa Wisata Krebet

    CBT atau singkatan dari Comunity Based Tourism akan tercipta apabila subjek yang melakukan pemberdayaan mendapatkan feedback positif dari objek yang di tuju. Objek yang dimaksud dalam hal ini yaitu suatu komunitas yang akan diberdayakan. Pemberdayaan yang dimaksud yaitu memaksimalkan kamampuan suatu komunitas agar dapat memperkuat komunitasnya dalam segi sosial dan ekonomi. 
    Pada pembahasan kali ini, penulis akan menganalisis Desa Wisata Krebet mengenai penerapan CBT. Desa wisata Krebet yang berada dekat dengan Goa Selarong sudah tentu memiliki kepopuleran yang tidak biasa. Desa wisata Krebet yang merupakan binaan Telkom Indonesia memiliki ke-khas-an yaitu seni membatik kayu. Hal ini tentu menjadi daya tarik dan daya jual bagi desa krebet. Warga desa krebet yang sudah memilili keterampilan dalam membatik dengan menggunakan media kayu, akhirnya menurunkan kemampuan tersebut kepada anaknya. Sehingga kemampuan ini disebut dengan kemampuan turun temurun.
    Membantik dengan media kayu menjadi hal yang disuguhkan oleh Desa Wisata Krebet. Kegiatan membatik ini akan menghasilkam sebuah mahakarya dapat berupa topeng kayu, wayang, bingkai cermin, gantungan kunci, dan beberapa souvenir lainnya. Daya tarik lain yang membuat Desa Wisata krebet layak untuk dikunjungi yaitu tersedianya kuliner khas atau kuliner tradisionalnya, seperti gudeng manggar,  tempe bacem, tape singkong, legen, wedang asem dan lainnya. 
   Makanan tradisional ini merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pengunjung yang datang ke Desa Wisata Krebet. Hal ini lah yang disebut dengan keunikan. Kerajinan tangan dan makanan tradisional merupakan identitas asli Desa Wisata Krebet. Maka, desa ini sudah dapat dikatakan sebagai desa berbasis CBT. Pemberdayaan yang dilakukan yaitu dengan cara memaksimalkan kemampuan warga desa dalam mengelola hal yang sudah ada. Dalam kaitannya, hal-hal tersebut yaitu kemampuan membuat kerajinan batik kayu dan menyuguhkan makanan tradisional sebagai penyaji untuk wisatawan yang datang. Contoh lainnya yaitu penyediaan  homestay  dengan menggunakan rumah warga. Jadi, Desa Wisata Krebet dapat digunakan tempat menginap dengan menggunakan rumah warga. Aktivitas tersebut jika dilakukan secara berulang maka akam menghasilkam income yang cukup banyak. Income tersebut akan digunakan untuk kebutuham operasional seperti perbaikan lokasi di Desa Wisata Krebet atau dengan memperbaiki rumah warga yang digunakan sebagai homestay. Hal ini dilakukan agar pengunjung merasa nyaman saat berada di Desa Wisata Krebet saat mencoba berbaur dengan warga setempat untuk belajar membatik atau mencoba hidup bersama.
      Berdasarkan penjelasan diatas, maka Desa Wisata Krebet sudah menerapkan CBT atau Community Based Tourism. Pemberdayaan tersebut berhasil memaksimalkan potensi desa yaitu dengan memiliki kemampuan membatik dengan media kayu. Selain itu, pemberdayaan tersebut mendapatkan apresiasi dari pengunjung sehingga kedatangannya mampu memberikan pendapatan teraendiri bagi warga setempat. Pendapatan tersebut digunakan untuk memperkuat komunitas.Apabila komunitas sudah kuat, maka komunitas tersebut sudahampu mandiri dalam menggunakan kemampuan apa saja yang dimiliki.

Sunday, February 11, 2018

Resume Community Based Tourism Terjemahan Indonsia



Wisata Berbasis Masyarakat ( Prinsip dan pengertian BAB 1)
Era globalisasi mengakibatkan perubahan sosial pada masyarakat di berbagai negara. Hal ini berdampak pada masyarakat lokal yang sumber daya sosial, budaya, dan ekonominya kurang sehigga kesusahan untuk berinteraksi dengan dunia luar. Pariwisata adalah salah satu cara untuk membawa orang-orang dari berbagai latar belakang bersama-sama berinteraksi. Wisata menawarkan kesempatan untuk para masyarakat lokal memperlihatkan budaya, adat istiadat, dll kepada wisatawan untuk berbagi perbedaan dan menghasilkan keuntungan.
Community based tourism (CBT) atau wisata berbasis masyarakat adalah konsep yang menekankan kepada pemberdayaan komunitas untuk menjadi lebih memahami nilai-nilai dan aset yang mereka miliki, seperti kebudayaan, adat istiadat, masakan kuliner, gaya hidup. Ada 3 kegiatan pariwisata yang dapat mendukung konsep CBT yaitu Wisata petualangan, wisata budaya, dan ekowisata/ wisata berbasis lingkungan.
CBT bertujuan untuk mementingkan dampak pariwisata dan Sumber daya masyarakat dan lingkungannya. Bukan hanya berorientasi pada keuntungan bagi para investor. Secara konseptual prinsip dasar pariwisata berbasis masyarakat adalah menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama melalui pemberdayaan masyarakat dalam berbagai kegiatan kepariwisataan, sehingga kemanfaatan kepariwisataan sebesar-besarnya diperuntukkan bagi masyarakat. 
Tujuan utama pengembangan kepariwisataan berdasarkan konsep Community Based Tourism adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Hal iini merupakan strategi mobilisasi bagi suatu komunitas agar berpartisipatif secara aktif dalam industri pariiwsata dan perkembangannya. Tujuan ini memiliki target agar pemberdayaan sosial ekonomi suatu komunitas dapat memberikan nilai lebih dalam kepariwisataan, khususnya pada wisatawan.
   Prinsip dari CBT : 
  •  Mengakui, mendukung dan mempromosikan kepemilikan masyarakat terhadap pariwisata
  • Melibatkan anggota masyarakat sejak awal dalam setiap aspek 
  • Mempromosikan kebanggaan masyarakat 
  • Meningkatkan kualitas hidup 
  • Memastikan kelestarian lingkungan 
  • Mempertahankan karakter dan budaya unik daerah setempat
  •  Meningkatkan pembelajaran lintas budaya   
  • Menghormati perbedaan budaya dan martabat manusia 
  •  Membagikan manfaat secara adil di antara anggota masyarakat 
  • Kontribusi persentase pendapatan yang tetap terhadap proyek masyarakat. 
Prinsip-prinsip tersebut merupakan acuan dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan. Keseimbangan dalam segi pariwisata yang melibatkan wisatawan dan komunitas lokal yang mendiami suatu tempat wisata. Keseimbangan tersebut berupa keuntungan yang dibagi secara merata kepada seluruh anggota komunitas, hubungan sosial budaya yang erat, dan upaya dalam menjaga lingkungan secara bersama-sama.
Unsur-unsur dari CBT  
  1.    Sumber daya alam dan budaya
  • Sumber data alam terpelihara dengan baik
  • Ekonomi dan modal produksi bergantung pada pemanfaatan secara lestari sumber daya alam
  • Destinasi
     2. Organisasi masyarakat
  • Komunitas berbagi kesadaran, norma dan ideologi
  • Komunitas memiliki pengetahuan tradisional lokal
  • Komunitas memiliki rasa memiliki dan ingin berpartisipasi dalam komunitasny
      3.      Manajemen
  • Komunitas memiliki peraturan dan peraturan untuk lingkungan, budaya, dan manajemen pariwisata
  • Suatu organisasi atau mekanisme lokal ada untuk mengelola pariwisata dengan 
  •    Manfaatnya terbagi secara merata ke semua
  •    Persentase keuntungan dari pariwisata berkontribusi pada dana masyarakat untuk pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat. 
       4.      PembelajaranMembina proses pembelajaran bersama. 
  •  Mendidik dan membangun pemahaman tentang beragam budaya dan cara hidup.
  •   Meningkatkan kesadaran akan konservasi alam dan budaya antar wisatawan dan masyarakat setempat.
Ekowisata adalah perjalanan wisata yang bertanggungjawab ke suatu daerah yang memiliki sumber daya alam dan  memiliki karakteristik endemik juga sumber daya budaya atau sejarah yang terintegrasi ke dalam sistem ekologi kawasan tersebut.Tujuan dari wisata ini yaitu meningkatkan kesadaran kepada semua pihak terkait pentingnya tindakan dalam rangka melestarikan dan menjaga ekosistem. Oleh sebab itu, partisipasi komunitas lokal sebagi penyedia jasa dalam mengelola lingkungan dan memberikan pengalaman dalam membentuk pariwisata yang berkelanjutan

     Unsur dari ecotourism
1.      Situs
·         Tujuannya memiliki atraksi alam dan kualitas yang unik
2.      Manajemen
·         Pariwisata dikelola secara lestari.
·         Tanggung jawab lingkungan dipromosikan.
·         Dampak lingkungan negatif diminimalkan.
3.      Proses dan aktivitas
·         Pengunjung dididik tentang lingkungan dan ekologi situs.
·         Kesadaran lingkungan dinaikkan diantara wisatawan dan pemangku kepentingan.
4.      Partisipan
·         Komunitas lokal berpartisipasi dalam prosesnya.
·         Penghasilan terbagi secara adil untuk meningkatkan kualitas hidup.
·         Keuntungan dari pariwisata berkontribusi terhadap pengembangan tujuan.
·         Perbedaan Ecotourism dengan Cbt :
·         Ecotourism :
1.      Manajemen yang bertanggung jawab atraksi alam, budaya lokal dan kualitas unik dari tujuan.
2.      Kepemilikan tidak ditentukan.
3.      Manajemen pariwisata tidak ditentukan
4.      Menekan pariwisata dan lingkungan hidup
·         CBT
1.      Manajemen yang bertanggung jawab atas lingkungan, sumber daya alam, sosial sistem dan budaya sebagai respon terhadap kebutuhan masyarakat.
2.      Kepemilikan dari masyarakat.
3.      Manajemen pariwisata dari masyarakat.
4.      Menekan ke perkembangan holistik
Short visit ( kunjungan singkat ) : Program tur massal telah menampilkan kunjungan singkat beberapa jam ke lokal masyarakat untuk beberapa lama.
Homestay (Rumah Tinggak) : salah satu jenis pariwisata yang mempromosikan interaksi antara tuan rumah dengan wisatawan.
Komunitas berbasis wisata dan komunitas pengembangan :
Komunitas berbasis wisata yang dimaksud ialah alat untuk pengembangan masyarakat dan lingkungan konservasi. Mengerti situasi dalam suatu komunitas akan membantu memaksimalkan kapasitas komunitas berbasis wisata dan merupakan strategi efektif dalam pengembangan wisata yang berkelanjutan.  
5 prinsip aspek pengembangan masyarakat :
1.      Sosial  : 
  •      Keadilan sosial
  •     Memuaskan kualitas hidup
  •   Komunitas aktif organisasi 
2.      Budaya :
  • Pembelajaran formal dan informal 
  • Budaya lokal berkelanjutan 
  • Pelestarian budaya 
3.      Ekonomi :
  • Penghasilan dari produksi lokal 
  •   Diversifikasi ekonomi lokal 
  •    Kemandirian 
4.      Politik :
  • Partisipasi komunitas 
  •   Pembangunan sebagai tanggapan terhadap kebutuhan masyarakat
  • Demokratisasi 
5.      Lingkungan :
  •   Hak pengelolaan sumber daya alam
  •  Tanggung jawab lingkungan 
  •     Konservasi sumber daya alam
CBT dapat digunakan sebagai alat untuk pengembangan masyarakat :
·         Sosial
o   Meningkatkan kualitas hidup
o   Peningkatan kebanggan komunitas
o   Pembagian peran adil antar geneder maupun generasi
o   Membangun penguatan organisasi
·         Budaya
o   Mendorong masyarakat untuk menghormati budaya yang berbeda
o   Membantu berkembangnya pertukaran budaya
o   Budaya pembangunan melekat erat dengan budaya lokal
·         Politik
o   Meningkatkan partisipasi dari penduduk lokal
o   Peningkatan kekuasaan komunitas yang lebih luas
o   Menjamin hak-hak dalam pengelolaan sumber daya alam
·         Ekonomi
o   Adanya dana untuk pengembangan komunitas
o   Terciptanya lapangan pekerjaan di sektor pariwisata
o   Timbulnya pendapatan masyarakat lokal dari sekotor pariwisata
·         Lingkungan
o   Mempelajari carrying capacity area
o   Mengatur pembuangan sampah
o   Meningkatkan kepedulian akan perlunya konservasi sumber daya alam
Proses dalam memfasilitasi pengembangan CBT adalah :
1.      Memilih tujuan destinasi
2.      Sempurnakan pelajaran mengenai kelayakan kerjasama dengan masyarakat
3.      Tetapkan visi dan tujuan dengan masyarakat
4.      Mengembangkan rencana untuk mempersiapkan masyarakat lokal untuk mengelola pariwisata
5.      Tetapkan dan arahkan untuk manajemen organisasi
6.      Menedesain program pembelajaran
7.      Melatih guide atau pemandu wisata
8.      Mengembangkan rencana pemasaran
9.      Meluncurkan tor program 
10.  Evaluasi prosesnya
 

Nada's Diary Template by Ipietoon Cute Blog Design