Saturday, October 22, 2016

Museum Wayang Kekayon untuk Kisah Menak Jinggo


Selamat Sore, pada Travelmania yang budiman.
 Setelah beberapa minggu lalu saya berkunjung ke Museum Wayang Kekayon yang ada di Jl.Yogya-Wonosari adalah satu-satunya museum wayang yang ada di Indonesia. Walau hingga saat ini Museum Wayang Kekayon masih milik pribadi yaitu milik Soejono Prawirohadikusumo Alm dan kini dilimpahkan pada putera ke-4 nya yang seorang Budayawan . Namun, Museum Wayang sudah memiliki sistem pengelolaan yang cukup baik.
(Sumber: http://4.bp.blogspot.com/)

Nah, pada kesempatan kali ini, izinkan saya membahas salah satu tokoh perwayangan yang cukup menarik untuk dibahas.Tokoh tersebut adalah Menak Jinggo. Adakah yang pernah mendengar nama Menak Jinggo sebelumnya? Ya, berbeda dengan tokoh pewayangan yang lain, kisah Menak Jinggo tidak terlalu sering dibahas. Berbeda dengan kisah cinta Rama dan Shinta atau bahkan peperangan antara Pandawa dan Kurawa. Menak Jinggo yang terkenal akan kekuatannya itu ingin dilenyapkan oleh R Damar Wulan. Karena Damar Wulan merasa bahwa kekuatan Minak Jinggo berasal dari senjata yang ia miliki. Akhirnya Damar Wulan mendapat bantuan dari istrinya Menak Jinggo yang terpana atas ketampanannya yaitu Dewi Wahito dibantu dengan  Noyo Genggong. Akhirnya Adipati menak jinggo beserta Ongkol Buto dan Dayun dihadang oleh R Damar Wulan, utusan dari kerajaan majapahit.  Di alun-alun blambangan R Damar Wulan mendapat perintah dari ratu majapahit untuk mengalahkan menak jinggo akhirnya Damar Wulan pun  dapat mengalahkan menak jinggo dalam pertempuran yang dahsyat dan membawa kepala menak jinggo kembali ke majapahit;.


Nah, begitu sejarah singkat mengenai Menak Jinggo. Jadi untuk para Travelmania yang bingung mau kemana mengisi waktu luang, kalian dapat berkunjung ke Museum Wayang Kekayon. Museum Wayang Kekayon ini buka setiap Hari dari pukul 08.00-14.00 WIB. Dengan harga tiket masuk untuk umum/pelajar/mahasiswa yaitu Rp.7000 , untuk wisatawan mancanegara Rp.10.000 . Namun, sebelum para Travelmania berkunjung ke Museum Wayang Kekayon ini, para Travelmania harus tau keadaan di Museum ini. Jadi, Museum Wayang Kekayon ini terlihat sangat menyeramkan dikarenakan terdapat pohon-pohon tinggi yang memenuhi halaman depan Museum. Pohon-pohon ini dahulu sengaja di tanam oleh pemiliknya agar menjadikan suasana di museum teduh. Dan jangan pernah berharap kalau para Travelmania semua akan menemukan banyak petugas, karena hanya ada 1 pemandu wisata yang melebur menajdi penjaga loket. So, selamat berlibur. 

Wednesday, October 12, 2016

Tahta Untuk Rakyat




Apa yang pertama kali terlintas di
benak kalian saat membaca judul dari postingan ini? Apakah artinya ada pemimpin yang akan lengser? Atau bahkan ada rakyat yang memohon untuk menjadi pemimpin? Pertanyaan para travelmania semua akan terjawab pada postingan saya malam hari ini.
Tahta untuk Rakyat adalah falsafah dari seseorang yang sangat berpengaruh bagi kemerdekaan Indonesia. Sosok kebanggan Yogyakarta dan pimpinan Kasultanan Yogyakarta kala itu. Beliau adalah Sri Sulthan Hamengku Buwono  IX. Falsafah hidupnya menjelaskan bahwa ia harus berkorban untuk rakyatnya yang sangat dicintai. Bahwa beliau harus bertanggung jawab atas rakyatnya. Memperjuangkan hak-hak rakyatnya kala penjajahan dan mengembalikannya menjadi keadaan yang lebih baik. Sri Sultan Hamengkubuwana IX adalah orang yang memiliki andil besar dalam peristiwa 1 maret di Yogyakarta. Kala itu, ibukota negara Republik Indonesia yang dipindah sementara ke Yogyakarta demi mengamankan tanah air Indonesia dari para penjajah. Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan beraninya membuat serangan 1 maret untuk meningkatkat semangat juang antara rakyat dengan TNI untuk melawan para penjajah Belanda.
Kegigihan dan keberaniannya, kini menjadi kenangan yang tidak dapat dihapus dari sejarah D.I.Y dan Indonesia tentunya. Beliau merelakan kerajaannya bergabung dengan Indonesia dengan tujuan agar bisa berbaur dengan rakyat Indonesia untuk membangun tanah air Indonesia setelah membebaskan diri dari  penjajahan.
Kini, kenangan dan kegigihan beliau diabadikan dalam sebuah museum yang terdapat di Keraton Yogyakarta. Terdapat koleksi-koleksi pribadi milik beliau, mulai dari alat makan, baju, tempat duduk, meja makan, kamera, dan beberapa lencana tanda kehormatan.
Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX ini dapat dikunjungi oleh siapapun tanpa ada nya batasan usia. Lokasinya yang berada di dalam keraton membuat sensasi yang lebih luar biasa dapat dirasakan oleh pengunjung. Pertama, pengunjung akan dimanjakan dengan pertunjukan di Bangsal Sri Menganti yang tempatnya persis di koridor saat setelah gerbang masuk. Lalu, berjalan terus hingga menemui restricted area dan berjalan menuju ke pintu yang menghubungkan dengan museum Sri Sultan Ini.

 Untuk harga tiket masuk wisatawan domestik dikenai biaya Rp.5000-, , untuk wisatawan mancanegara Rp.15.000,- , dan bagi yang membawa kamera, dikenakan biaya Rp.1000,- /per kamera 
 

Nada's Diary Template by Ipietoon Cute Blog Design